TUJUAN dan SASARAN

TUJUAN

Tujuan merupakan penjabaran/implementasi dari pernyataan Misi dengan didasarkan pada isu–isu dan analisisis strategis dan juga merupakan sesuatu yang akan dicapai atau dihasikan pada jangka waktu suatu perencanaan. Tujuan ini tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang.

Tujuan yang akan dicapai oleh DISPERINDAG Kabupaten Lombok Barat 2014 – 2019  berdasarkan rumusan Misi adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan Kinerja Pelaksanaan Tugas, Fungsi dan Peran Kelembagaan.
  2. memperkuat industri yang berbasis sumber daya daerah melalui pemanfaatan teknologi
  3. Meningkatkan pertumbuhan   industri   yang   berbasis   ekonomi  kerakyatan dan Kompetensi Industri Inti Daerah yang berorientasi pasar global
  4. Meningkatkan pengembangan sarana usaha, produksi dan  kerjasama di bidang industri agro kimia dan aneka Industri.
  5. Meningkatkan akses perluasan pasar produk ekspor, promosi dan mengembangkan kerjasama di bidang perdagangan luar negeri
  6. Meningkatkan efisiensi  dan  efektifitas  sistem distribusi  barang dan jasa, tertib niaga, perlindungan konsumen dan kepastian berusaha
  7. Meningkatkan pengkajian, analisis dan verifikasi standar ukur, teknis tera dan tera ulang ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapan, pengawasan, pengelolaan di bidang kemetrologian

SASARAN

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan organisasi, yaitu hasil yang akan dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik, terinci, dapat diukur dan dapat dicapai, serta dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.Adapun sasaran strategis yang ingin dicapai dalam rangka meningkatkan kualitas Perindustrian dan perdagangan di Kabupaten Lombok Barat antara lain :

  1. Meningkatnya Kemampuan Sumber Daya Aparatur
  2. Meningkatnya Manajemen Kelembagaan
  3. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Kerja Aparatur
  4. Mengembangkan IKM yang unggulan dan mampu menciptakan lapangan usaha dan kesempatan kerja di daera
  5. Mengembangkan IKM mandiri melalui program One Village One Product (OVOP).
  6. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan pelaku usaha/IKM dalam mengembangkan iklim usaha
  7. Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan pelaku usaha/IKM dalam mengembangkan iklim usaha.
  8. Meningkatnya akses pasar ekspor produk-produk unggulan ,terjalinnya kerjasama perdagangan dengan negara lain.
  9. Meningkatnya pengawasan terhadap barang dan jasa yang beredar dipasar dan lancarnya pengadaan dan penyaluran bahan pokok dan barang penting / strategis dengan harga yang stabil dan terjangkau oleh daya beli masyarakat
  10. Meningkatnya pelayanan Kemetrologian untuk mewujudkan tertib niaga.