LOGO disperindag
Beranda > Berita > Musyawarah Masyarakat Kelurahan (Mmk) Gerung Utara
LINTAS SEKTOR

Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) Gerung Utara

Posting oleh puskesmasgerunglobar - 30 Sep. 2022 - Dilihat 211 kali

MMD Musyawarah Masyarakat Desa atau Muswyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) adalah pertemuan perwakilan warga desa atau Kelurahan beserta tokoh masyarakat, PKK, kader dan para petugas kesehatan untuk membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan bersepakat merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD.

SMD adalah kegiatan untuk mengenali keadaan dan masalah yang dihadapi masyarakat, serta potensi yang dimiliki masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil SMD adalah gambaran desa atau kelurahan berikut isinya (masyarakat dan lingkungannya) dan kemudian diteruskan pada forum MMD atau MMK.

Gambaran tersebut menampakkan berbagai masalah kesehatan (termasuk penyebab masalah dan faktor yang mempengaruhi) serta daftar potensi di desa atau kelurahan yang dapat didayagunakan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan yang ada di daerah tersebut.

Tujuan diadakannya MMD atau MMK adalah agar masyarakat mengenal masalah kesehatan yang ada di desa atau kelurahan, serta adanya kesepakatan untuk menyusun rencana kerja untuk menanggulangi berbagai masalah kesehatan yang ada di Desa atau Kelurahan serta tersusunnya rencana kerja untuk penanggulangan yang disepakati bersama.

Dalam Permenkes Nomor 44 tahun 2016 tentang Manajemen Puskesmas disebutkan bahwa SMD dan MMD/MMK digunakan sebagai bahan penting dalam penyusunan Rencana Usulan Kerja (RUK).

Kegiatan MMD/MMK ini dilaksanakan satu tahun sekali dan hasil dari MMD/MMK selanjutnya dibahas di Musrenbang tingkat desa atau kelurahan.

Musyawarah Masyarakat Kelurahan dilaksanakan kembali di kantor Kelurahan Gerung Utara (30/9). Peserta undangan sejumlah 30 orang, dimana dihadiri dari tim dari Puskesmas Gerung Ida Fitriani, SKM selaku Koordinator Promkes, Baiq Hardiyanti, A.Md.Gz. Selaku Petugas Gizi, Komang Sri Devi, A.Md.Keb. Bidan Poskesdes dan pihak Kelurahan wakilkan oleh Sekretaris Lurah, Kepala Lingkungan, Tokoh Karang Taruna, Kader.

Dalam penyampaian materi stunting Baiq Hardiyanti, A.Md.Gz. mengungkapkan “Bapak ibu sudah familiar dengan istilah stunting, terkait dengan stunting ini adalah ketika tinggi badan tidak sesuai dengan umur, keadaan gizi yang kurang dalam waktu yang lama atau kronis, kurangnya dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan”.

“Jadi walaupun kita di kelurahan, ternyata kita masih memiliki permasalahan-permasalahan terkait gizi” Ungkap Ida Fitriani dalam pemaparan materi MMK.

“Survei ini dilaksanakan pada bulan April, oleh beberapa kader terhadap keluarga, akses pelayanan dan pembiayaan jadi berdasarkan hasil SMD hampir 100% disurvei sudah berobat di fasilitas kesehatan” lanjutnya.

“Untuk kesehatan ibu dan anak, 75% ibu hamil berada pada umur kehamilan trisemester III, 100% sudah melaksanakan pemeriksaan di tenaga kesehatan, dan pemeriksaan sesuai umur kehamilan, 100% mendapatkan tablet tambah darah, 100% merencanakan persalinan di tenaga kesehatan, hanya saja yang jadi masalah dari yang disurvei, baru 25% ibu hamil memiliki calon pendonor, itupun sebagian besar menyatakan calon pendonornya dari keluarga, belum menyebutkan spesifik siapa nama, alamat calon pendonor, itu masih menjadi PR, minimal ibu hamil memiliki 4 calon pendonor” menjelaskan.

“Jadi semestinya saat periode kehamilan, ibu hamil wajib memeriksan diri kehamilan di dokter kandungan, jadi bukan untuk tahu jenis kelamin anak ya, tapi untuk mengetahui faktor-faktor risiko” tambahnya.

Sekretaris Lurah Gerung Utara Ahmad Junaid, SP., menambahkan soal ASI ekslusif “menyusui hendaknya genap 2 tahun, sumber yang utama yang perlu diperhatikan dan diutamakan kepada anak adalah ASI, kalau ASI sempurna insyallah yang lain-lain ini tidak akan terjadi seperti stunting atau kurang gizi, apalagi ditambah dengan perhatian terhadap gizi pasti anak-anak kita ini tumbuh sehat, karena kalau kita menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah subhanahuwatalla”.

“Gara-gara saking sibuknya, tidak mau sakit sedikit memberikan ASI kepada anaknya, alasan belum keluar ASI nya, tidak mungkin ASI tidak keluar pada wanita yang melahirkan” sambutnya.

“Terkait adanya kelompok donor darah, ini sangat dibutuhkan, kalau saat kita tidak butuh ya mungkin kita cuek-cuek saja, tapi begitu ada keluarga kita butuh darah baru kita akan berlari-lari, nah daripada itu pemerintah Kelurahan Gerung Utara mengharapkan, kebetulan disini ada karang taruna, adanya pendonor dari masing-masing lingkungan, kemudian didata, bentuk satu grup, grup untuk saling membantu bagi masyarakat kita, jadi saat ada warga kita yang membutuhkan tinggal share saja, nanti di koordinir jadi bagian dari kegiatan karang taruna, nanti itu yang akan kami sampaikan kepada pak lurah”. Lanjutnya kembali.

“Untuk alat ukur kami sampaikan juga, kami sudah berusaha menganggarkan melalui ibu Kasi Kesos, ibu iris, cuma DPA nya masih numpang dengan kecamatan, kalau kelurahan ini masih terbatas, kalau dicoret ya sabar, tapi tetap kita akan usahakan, kita anggarkan, berjuang terus untuk karang taruna, untuk pembinaan kesehatan dilapangan, baik posyandu, tetap kita coba usahakan” tutupnya.


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *